Aturan Mengangkat Tangan Saat Takbiratul Ihram

Aturan mengangkat tangan saat Takbiratul Ihram

Aturan Mengangkat Tangan Saat Takbiratul Ihram – Pernah gak sih kamu heran sama orang-orang saat Takbiratul Ihram? Maksudnya ketika mereka mengangkat tangan. Ada yang angkat tangan dulu baru baca takbir, ada yang baca takbir dulu baru angkat tangan, ada juga yang barengan, antara angkat tangan dan baca takbirnya. 

Buah dari keheranan ini biasanya memunculkan pertanyaan lanjutan. Mana urutan yang benar dan mana urutan yang salah. Supaya kamu gak bingung coba sekarang kita bahas aturan mengangkat tangan saat Takbiratul Ihram. Biar tahu kan mana yang salah dan mana yang benar, supaya kalau sholat sendiri kamu bisa lakuin yang benar.

Apa Itu Takbiratul Ihram?

Tapi sebelum kita melangkah jauh di pembahasan aturan mengangkat tangan saat takbiratul ihram (sebenarnya gak jauh-jauh banget), mending kita bahas lebih dahulu Takbiratul Ihramnya, siapa tau kamu selama ini gak paham apa itu takbiratul ihram, cuma ngelakuin aja, gak tau sisi teorinya bagaimana.

Jadi Takbiratul Ihram adalah posisi seorang di awal sholat ketika ia mengangkat tangannya dan membaca takbir. Takbiratul Ihram masuk kedalam komponen rukun sholat, maksudnya suatu yang mutlak harus dilakukan, kalau tidak maka sholatnya batal.

Takbiratul Ihram ini beda ya sama takbir. Takbir adalah lafadz “Allahu Akbar,” jadi setiap kamu membaca “Allahu Akbar,” maka kamu telah bertakbir. Sedangkan Takbiratul Ihram adalah gerakan mengangkat tangan saat sholat dengan membaca lafadz takbir. Dalam aturannya, Takbiratul Ihram ini hanya ada dalam sholat, jadi gak setiap saat kamu bisa lakukan.

Takbiratul Ihram ini posisinya hanya ada di awal kamu mau mulai sholat. Jadi dalam sholat, intensitas pengamalan Takbiratul Ihram hanya satu kali saja. Adapun gerakan lain dengan bacaan takbir dalam sholat, itu namanya Takbir Intiqal. Kalau arti (Takbir Intiqal) secara tekstualnya adalah takbir perpindahan, sebagai tanda bahwa akan ada perpindahan posisi atau gerakan sholat, misalnya dari posisi berdiri ke ruku’, atau posisi i’tidal ke sujud. 

Gimana paham ya? Ada tiga Indikator yang sebenarnya berbeda tapi kadang oleh masyarakat mendapat kesan sama. Takbir, Takbiratul Ihram, dan Takbir Intiqal. Ketiganya hampir sama emang, cuma beda. Kalau belum paham coba deh kamu baca ulang lagi.

Kenapa Dinamakan Takbiratul Ihram?

Nah ini termasuk pertanyaan yang menggelitik, tapi bagus. Berkaca pada Takbir Intiqal tadi, penamaannya kan cocok dengan hal yang dilakukan, perpindahan gerakan. Tapi kenapa Takbiratul Ihram ini gak kayak Takbir Intiqal aja gitu namanya, biar sesuai sama gerakannya, anggaplah Takbir Iftitah, yang artinya takbir pembuka.

Memang, (sejauh pembacaan saya, kalau ada yang tahu lebih dari saya silahkan dikoreksi) dalam literatur hadist tidak ada penamaan Takbiratul Ihram atau Takbir Intiqal. Hadist yang membahas konteks ini hanya menggabarkan Rasulullah Saw. mengangkat tangannya saat permulaan sholat sembari bertakbir.

Barangkali Takbiratul Ihram adalah istilah yang digunakan oleh para ulama berdasarkan hadist ini

مفتاح الصلاة الطهور، وتحريمها التكبير، وتحليلها التسليم

Pembuka sholat adalah bersuci, awal pengharamannya adalah takbir, dan penghalalannya adalah dengan salam

Jika asumsi tadi benar, kita gak bisa salahkan para ulama ketika mengereka mengistilahkan takbir pertama itu Takbiratul Ihram (ya siapa juga kita kan ya mau salah-salahkan para ulama). Apalagi kita tilik dengan menggunakan pandangan filosofis, maka istilah ini memang benar-benar cocok.

Jika sandingkan teks Hadist di atas dengan istilah Takbiratul Ihram oleh para ulama, kita bisa ambil  kesimpulan bahwa Takbiratul Ihram adalah takbir yang mengharamkan apa-apa yang tidak boleh kita lakukan saat sholat. Seperti makan, minum, ngobrol, tertawa, roko-an, dan lainnya. Sebab ada kata Ihram di situ, yang maknanya adalah pengharaman dari suatu yang sebelumnya halal.

Ihram

Btw selain dalam ibadah sholat, istilah Ihram ini juga dipakai dalam Ibadah haji dan umroh. Kira-kira makna filosofisnya sama, mengharamkan suatu yang sebenarnya halal dilakukan oleh jamaah Haji atau Umroh sebelum mereka ber-Ihram. Padahal sebenarnya boleh-boleh aja mereka lakukan sebelum ber-Ihram.

Hal-hal yang dilarang misalnya potong kuku dan memakai minyak wangi. Sebelumnya halal-halal aja kan ya kalau jamaah ngelakuin hal barusan. Tapi kalau mereka sudah berihram, itu beda cerita, ada aturan khususnya. Nah gitu juga Takbiratul Ihram di sholat (sebenarnya masih banyak juga makna lain, tapi kita pake ini dulu aja supaya gak bingung).

Aturan Mengangkat Tangan Saat Takbiratul Ihram

Oke, udah paham lah ya tentang Takbiratul Ihram. Sekarang kita bahas mengenai pokok pembahasan kita, yaitu aturan mengangkat tangan saat takbiratul ihram. Kira-kira manasih urutan yang benar? Baca takbir dulu baru angkat tangan, angkat tangan dulu baru takbir, atau barengan antara baca takbir dan angkat tangan.

Menjawab permasalahan ini, bisa kita katakan bahwa tiga aturan mengangkat tangan saat Takbiratul Ihram barusan itu sama-sama benar, jadi tidak ada yang salah. Kalian mau angkat tangan duluan baru baca takbir boleh, mau baca takbir dulu baru angkat tangan boleh, mau samaan juga boleh.

Kita katakan semuanya benar sebab kesemua urutan itu punya dalilnya masing-masing. Banyak lagi dalil yang menguatkan kebenaran dari tiga urutan ini. Coba kita bahas satu-satu dalil mengenai aturan mengangkat tangan saat takbiratul ihram  ini.

Boleh Mengangkat Tangan Berbarengan Dengan Bacaan Takbir

Pembolehan ini dijelaskan dalam Hadist yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Ra., beliau berkata:

رأيت النبي افتتح التكبير في الصلاة  فرفع يده حين يكبر…

Aku melihat Rasulullah Saw. bertakbir ketika memulai sholat, dan beliau mengangkat tangannya sembari mengucapkan takbir…

Boleh Mengangkat Tangan Sebelum Bacaan Takbir

Sama dengan pembolehan di atas, dasar dari pembolehan ini juga datang dari Hadist periwayatan Abdullah bin Umar Ra., namun dengan narasi yang berbeda. Beliau berkata:

كان رسول الله إذا قام إلى الصلاة رفع يده حتى تكون حذو منكبيه، ثم كبر…

Rasulullah Saw. jika berdiri untuk menunaikan sholat, beliau mengangkat tangannya sampai sejajar dengan kedua bahunya, lalu kemudian bertakbir…

Boleh Mengangkat Tangan Setelah Bacaan Takbir

Aturan pembolehan ini dapat kita simpulkan dari teks hadist yang diriwayatkan oleh Malik bin al-Huwairist Ra., beliau berkata:

كان رسول الله إذا كبر، رفع يديه حتى يحاذي بهما أذنيه….

Rasulullah Saw. ketika telah bertakbir, beliau mengangkat tangannya sampai sejajar dengan kedua telinganya…

Terus Pakai Yang Mana?

Lantas dari tiga aturan mengangkat tangan saat Takbiratul Ihram tadi, kita pakai yang mana? Sebenarnya tiga-tiganya bisa kamu pakai. Kan semuanya benar, ada dalilnya masing-masing, dalilnya juga terverifikasi shahih. Jadi kamu bisa pakai semua tiga aturan mengangkat tangan saat Takbiratul Ihram itu, ada baiknya juga kamu selang seling. Misalnya di sholat zuhur kamu pakai aturan pertama, ashar kedua, dan magrib ketiga.

Penutup

Gimana, Sudah paham lah ya mengenai aturan mengangkat tangan saat Takbiratul Ihram? Sudah lah ya. Kalau belum paham kamu ulang-ulang lagi aja, biar nyatol. 

Trus yang ingin kami sampaikan juga, ada satu variabel yang harus kamu ingat. Aturan yang kita bahas ini hanya seputar Takbiratul Ihram, bukan pada Takbir Intiqal. Jadi penerapannya hanya ada pada Takbiratul Ihram saja. Kalau aturan saat Takbir Intiqal, mungkin kita bahas lain waktu aja. Pantengin aja Islam Santuy terus.

Jangan lupa share ke temanmu juga yaa...
Naufa Izzul Ummam
Sarjana agama, otw lanjut. Okelah ya kalau nulis soal keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top