Bukankah Waktunya Kita Berpikir Lagi Tentang Kipas Angin di Ramadhan?

Bukankah-Waktunya-Kita-Berpikir-Lagi-Tentang-Kipas-Angin-di-Ramadhan

Islam Santuy – Tahun kemarin sepertinya tahun paling panas dalam sejarah, suhunya naik sampai 1,5 derajat Celsius. Nah, sekarang ini, kita lagi dihadapkan dengan tantangan yang hampir sama sebenarnya, khususnya buat orang Islam yang besok akan berpuasa di Bulan Ramadan. Jadi, menurut  saya, penting banget untuk memikirkan lagi soal suatu barang yang sangat penting untuk menghadapi panasnya bulan ramadhan besok, yaitu kipas angin.

Tapi lucunya, sekarang ini banyak yang orang malah memilih AC untuk menyejukkan badan dari pada kipas angin. Padahal AC  sebenarnya  punya dampak untuk lingkungan yang sangat signifikan. Menggunakan AC sama saja  bisa membuat emisi gas rumah kaca makin tinggi yang nantinya bisa merusak perubahan iklim.

Sebagai alternatif, mungkin lebih oke kalau kita pilih kipas angin. Tak hanya membuat adem, tapi juga ramah lingkungan dan membantu mengurangi jejak karbon kita. Dengan kipas angin di bulan suci ini, kita tetap bisa ngadem di rumah sambil tetap peduli sama lingkungan.

Selain itu, kipas angin juga jadi jagoan untuk banyak keluarga yang budget-nya pas-pasan. Hemat biaya operasional bikin kipas angin jadi pilihan yang lebih masuk akal dibanding AC. Jadi, meskipun duitnya tipis-tipis, kipas angin tetap  bisa membuat rumah adem saat cuaca lagi panas, tanpa harus nguras isi dompet sampai habis.

Ngadem di Ramadhan

Saat Ramadan, kipas angin itu benar-benar jadi barang yang sangat dibutuhkan. Saya pribadi merasakan sendiri  bagaimana kipas angin itu  menjadi penyelamat saat bulan ramadhan tahun lalu. Saat matahari sedang terik-teriknya, saya sangat bersyukur memiliki kipas angin di rumah, walaupun “ngga kenceng-kenceng amat muternya”. Meskipun begitu, kalau lagi panas banget, kipas angin bisa membuat saya sedikit lebih adem.

Saya juga paham betul dengan adik dan tetangga saya, mereka semua rata-rata mengandalkan kipas angin untuk melawan panasnya cuaca di bulan suci. Kebetulan besok ini, adik saya menjalani PTS saat bulan puasa, saat ia pulang sekolah habis ujian tengah semester, ia pasti keliatan capek karena cuaca yang terik banget. Nah, kipas angin tuh selalu bisa membantu adik saya ngasih udara segar buat ngurangi kecapekan dan ngasih kenyamanan saat istirahat di rumah.

Begitu juga dengan para bapak-bapak petani di sekitar rumah saya yang kembali dari menyangkul di sawah, di bawah terik matahari. Setelah seharian ngurusi sawah, mereka membutuhkan istirahat yang nyaman di rumah. Kipas angin bisa bantu banget buat bikin mereka lebih rileks dan segar saat bulan puasa tiba. 

Sementara itu, pekerja-pekerja lain seperti tukang parkir dan kuli bangunan, juga sangat membutuhkan kipas angin. Saat kerja terus di bawah matahari, kipas angin bisa bantu jaga tubuh tetap sejuk dan kurangi risiko kelelahan.

Kipas Angin: Minim Dampak Negatif

Setelah pembahasan ringan diatas, mari kita masuk pada bagian yang “agak mikir dikit”,  yaitu menganalisis isu diatas menggunakan paradigma sosiologis, yaitu teori fungsionalisme. Teori ini menyatakan bahwa setiap bagian dari masyarakat memiliki fungsi tertentu yang membantu menjaga stabilitas dan keseimbangan sosial. 

Dalam konteks ini, kipas angin dapat dilihat sebagai bagian dari infrastruktur sosial yang memenuhi kebutuhan dasar masyarakat muslim selama bulan Ramadhan. Dengan mengurangi ketidaknyamanan akibat panasnya cuaca, kipas angin membantu menjaga kebugaran lahir dan batin umat Muslim yang berpuasa. 

Itu tadi yang agak serius, sekarang kita santai lagi, Georges Bernanos, seorang penulis Prancis, pernah mengatakan, “Hal-hal kecil tampaknya tidak ada apa-apanya, tetapi mereka memberikan kedamaian, seperti bunga-bunga padang rumput yang secara individual tampak tidak berbau, tetapi semuanya mengharumkan udara”. Karenanya, jika kita lebih gali lagi soal kipas angin ini, kita bisa lebih paham betapa pentingnya kontribusi kipas angin dalam mendukung kesejahteraan kita, apalagi di bulan Ramadan besok.

Terakhir, kalau kita pikir-pikir secara mendalam, selain ramah lingkungan dan murah, kipas angin itu punya peran yang sangat besar  untuk membantu umat Muslim, termasuk saya dalam menjalani ibadah puasa. Udara segar dari kipas angin bisa membuat kita lebih nyaman  dalam memnghapapi cuaca yang panas. Maka dari itu, mari kita bersyukur atas kipas angin itu, dan semoga puasa kita diterima oleh Tuhan dengan penuh berkah. Tabik

Jangan lupa share ke temanmu juga yaa...
Muhammad Afzaal Ali Al fathari
Seorang santri SMA Bumi cendekia, Sleman yang suka menulis opini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top