Dari Tiga Macam Doa Iftitah, Pakai Yang Mana?

Tiga Macam Doa Iftitah, Tiga Versi Doa Iftitah, Pakai doa iftitah yang mana?

Islam Santuy – Mungkin kalau kamu search di google dengan kata kunci “doa iftitah”, banyak tulisan yang menyajikan informasi tiga doa iftitah untukmu. Biasanya mereka akan menyarankan doa iftitah yang pendek, yang agak panjang, dan yang panjang. Lantas dari tiga macam doa iftitah itu, kamu harus pakai yang mana?

Nah kali ini kita akan membahas tentang tiga pertanyaan barusan, dari tiga macam doa iftitah, kita pakai yang mana? Namun sebelum itu, perlu kiranya untuk kita tahu dulu, apa itu doa iftitah dan kapan harus kita baca, mana aja tiga macam doa iftitah itu. Dan terakhir, kita masuk ke dalam pembahasan inti, yang mana yang akan kita pakai dari tiga macam doa iftitah itu. 

Apa Itu Doa Iftitah Dan Kapan Kita Harus Baca?

Doa iftitah pada dasarnya sama seperti doa-doa yang lain. Isinya adalah pujian kepada Allah dan permohonan kepada-Nya. Dikatakan sebagai iftitah karena doa ini kita panjatkan setelah takbiratul ihram, yang notabene adalah pembukaan shalat. Btw arti tekstualnya iftitah ini adalah pembuka.

Hukum membaca iftitah hanya sebatas sunnah saja, tidak wajib. Sebab ia bukan merupakan bagian dari rukun shalat. Jadi kalau kita kelupaan membaca iftitah, fine-fine aja. Shalatnya tidak kita ulang karena tetap dianggap sah.

Doa Iftitah

Sebenarnya, ada banyak sekali versi doa iftitah. Adanya banyak doa iftitah ini karena banyak riwayat yang menceritakan bagaimana rasul membaca iftitah. Hal ini membawa kita pada pemahaman bahwa rasul dalam shalatnya tidak hanya membaca satu model iftitah saja, namun ada beberapa.

Tapi supaya kita gak puyeng ngapalin dan mahamin satu-satu, kita bahas yang banyak digunakan sama masyarakat Indonesia aja. 

Jadi ada tiga macam doa iftitah yang kerap digunakan oleh masyarakat Indonesia. Tiga macam tersebut adalah:

Doa Iftitah Model Pertama

اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ . اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ . اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Kalau kita tulis dalam akrasa latin, maka bacaan iftitah model pertama ini adalah:

Allahumma baid baini wabaina khatayaya, kama baatta bainal masyriq wal maghrib, Allahumma naqqini minal khataya kama yunaqqist tsaubal abyadu minaddanas. Allhummagsil khatayaya bil mai wats tslji wal barad. 

Artinya: 

Ya Allah, jauhkan aku dari kesalahanku sebagaimana engkau menjauhkan timur dari barat. Bersihkanlah kesalahanku sebagaimana kain putih yang bersih dari kotoran. Bersihkanlah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin. 

Btw mahamin arti ini penting. Masa iya kita minta sesuatu yang tidak kita pahami?

Doa Iftitah Model Kedua

اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Bacaannya dalam aksara latin sebagai berikut:

Allahuakbar kabira waalhamdu lillahi kastira, waa subhanallahi bukrataw wa asila. Inni wajjahtu wajhiya lillazi fataras samaawaati wal ard hafammuslima wama ana minal musyrikin. Inna shalati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi raabbil alamin. La syarikalahu wabizalika umirtu wa ana minal muslimin.

Artinya

Allah maha besar. Segala puji bagi Allah dengan banyak pujian. Mahasuci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya kuhadapkan wajahku dengan oatuh dan tunduk kepada Ia yang telah menciptakan langit dan bumi, dan aku tidak pula termasuk orang yang menduakan-Nya. 

Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah tuhan semesta alam yang tidak memiliki sekutu. Dengan ini aku diperintahkan dan aku termasuk bagian dari orang-orang muslim.

Doa Iftitah Model Ketiga

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

 

Dalam aksara latin

Subhanakallahumma wabihamdika watabarakasmuka wataala jaddukan wala ilaha ghairuka

Artinya

Mahasuci engkau ya Allah aku memujimu. Maha berkah namamu, maha tinggi kekayaan dan kebesaran namamu, tidak ada tuhan selain daripada engkau. 

Doa Iftittah Mana Yang Harus Kita Pakai?

Sekarang kita masuk ke dalam pembahasan inti. Dari tiga macam doa iftittah di atas? Kita harus pakai yang mana?

Pertanyaan ini barangkali ada di benak kita karena ada pertanyaan sebelumnya. Ibaratnya, itu pertanyaan turunan aja. Pertanyaan fundamentalnya mungkin dari tiga doa iftitah di atas, doa mana sih yang paling benar?

Jawabannya, tiga doa iftitah di atas bisa kita gunakan semua, sebab semuanya berasal dari jalur periwayatan yang shahih. Jadi kita bisa gunakan mereka semua dalam shalat kita, terserah pilih yang mana. 

Namun akan lebih baik jika kita menggilirnya. Misalkan, iftitah model pertama kamu bacakan di shalat subuh, yang kedua di shalat zhuhur, dan yang ketiga di shalat ashar. Hal ini boleh, dengan dalih untuk mencontohi sifat shalat rasululllah.

Penutup

Gimana? Sudah paham lah ya mengenai tiga macam doa iftitah. Jadi dari tiga macam doa iftitah itu kamu bisa pakai ketiga-tiganya. Semuanya kamu boleh pakai kok. Asal satu-satu aja. Jangan kamu baca tiga-tiganya sekaligus dalam satu shalat, sebab rasul tidak pernah melakukan itu.

Jangan lupa share ke temanmu juga yaa...
Naufa Izzul Ummam
Sarjana agama, otw lanjut. Okelah ya kalau nulis soal keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top