Dear Penikmat Surya: Imsak Bukan Waktu Yang Tepat Untuk Kalian Menyalakan Rokok

Dear Perokok Surya: Imsak Bukan Waktu Yang Tepat Untuk Kalian Menyalakan Rokok

Islam Santuy – Bagi perokok–saya dan mungkin kalian, puasa Ramadhan merupakan ujian berat yang harus dijalani. Ini bukan masalah menahan diri dari makan ataupun minum. Tapi lebih kepada menahan diri tidak menyalakan rokok sepanjang hari.

Saya di sini tidak ingin berbicara masalah hukum rokok. Ihwal pengharaman rokok merupakan masalah khilafiyah. MUI misalnya, sepakat bilang kalau rokok itu dilarang (antara makruh dan haram), Muhammadiyah bilang kalau itu haram, dan kalangan NU? Ada yang bilang itu haram seperti Gus Baha, ada juga yang bilang kalau itu boleh-boleh saja seperti Habib Lutfi. Jadi ya masalah hukum rokok ini saya kembalikan saja ke pembaca yang budiman. Kalau saya berdasarkan yang saya dalami, hukumnya boleh-boleh saja.

Puasa dan Rokok

Bagi saya, rokok itu semacam booster untuk memacu pikiran dan konsentrasi yang selama ini banyak saya butuhkan di waktu kerja, tepat saat puasa itu harus dilaksanakan. Akibatnya, kadang saat berpuasa, saya mengalami semacam ‘sakau’ rokok yang membuat lunglai. Tapi mau bagaimana lagi, karena puasa hukumnya wajib, penderitaan ini mau tidak mau harus saya lalui. Biar saja saya balas dendam di waktu non-puasa.

Memang, maghrib-subuh itu bukan waktu ideal untuk bersebat ria sembari memuaskan diri. Panjang durasinya terpotong oleh berbagai hal lain, you name it-lah; tarawih, tadarusan di masjid, dan ya, waktu tidur malam. Gak mungkin kan ya, demi memuaskan dahaga paru-paru, kita habiskan satu slop rokok hanya beberapa jam setelah buka. Nanti bukan nikmat yang didapat, tapi sesak napas karena over capacity asap rokok di saluran pernapasan. Oleh karenanya saya rasa perokok di bulan Ramadhan harus pintar curi-curi waktu.

Pesan Sponsor:

Lagi cari jasa badal umrah terpercaya? Al-Afkar Haji & Umrah Solusinya!

Curi-Curi Waktu Para Perokok di Bulan Ramadhan

‘Curi waktu,’ ini keyword yang tepat untuk menggambarkan para perokok di bulan Ramadhan. Perilaku ini semakin tergambar jelas menjelang waktu puasa berikutnya akan dimulai. Kiranya waktu yang paling tepat adalah saat imsak, 10 menit sebelum azan subuh. Alasannya sederhana, kemepetan itu memberikan bayangan rasa yang paling dekat waktunya ketimbang 30-45 menit sebelum puasa.

Namun sayang seribu sayang untuk mereka penikmat surya, curi waktu merokok saat imsak tidak dapat leluasa mereka lakukan seperti penghisap rokok putih atau mild. Bagaimana tidak, rokok putih normalnya dapat dihabiskan di kisaran 5 menit saja, untuk rokok mild di kisaran 9 menit, namun untuk rokok surya, waktu yang dihabiskan berada di kisaran 15 menit.

Iya mungkin rokok surya bisa saja dihabiskan 10 menit, tapi saya pikir itu butuh effort. Kalian harus hisap dalam-dalam rokoknya di rentan waktu yang tidak lama, itupun beresiko. Kalian bisa mengalami pusing tak wajar dan sesak nafas kalau tidak biasa melakukan itu, dan jadinya ya tidak dapat nikmat.

Oke mungkin kalian bisa berkilah, yaudah sih bakar rokoknya 15 menit sebelum azan, lihat saja jam di HP. Iya mungkin benar, tapi kalian tidak terfasilitasi layaknya perokok mild dan putihan. Mereka dengan gampangnya dapat pengingat untuk curi waktu merokok kala marbot masjid berkoar “imsaaaaaak,” namun di lain sisi, kalian membutuhkan ketelatenan pertimbangan waktu dengan mandiri tanpa fasilitas.

Penutup

Saya di sini bukan mau mendiskreditkan kalian wahai para perokok surya. Saya cuma ingin beri saran kalau imsak bukanlah waktu yang tepat untuk kalian mulai membakar rokok. Kalau mau curi waktu, berarti kalian harus start 15 menit sebelum azan, dan itu bukan sepenuhnya waktu imsak.

Saran saya di sini juga bukan hanya untuk perokok surya. Penikmat rokok besar lain secara tidak langsung harusnya kena juga. Marlboro hitam, Magnum filter, atau rokok kretek yang habisnya lama. Akhir kata dari saya, cermat-cermat lah kala mencuri waktu rokok di Ramadhan, para penikmat surya.

Jangan lupa share ke temanmu juga yaa...
Achmad Abi Sholih Al Qoroni
Wirausahawan muslim anti riba. Cita-cita jadi pendaki ulung seperti Fiersa Besari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top