Doa Ketika Khilaf, Belajar Dari Kisah Nabi Yunus

doa ketika khilaf belajar dari kisah nabi yunus

Islam SantuyTakkan ku sia-siakan hidup mu lagii.. Ho ho.. Demikian lagu yang dinyanyikan oleh Last Child. Gambaran akan penyesalan seorang ketika ‘telat’ menyadari bahwa menyia-nyiakan pasangannya adalah suatu kesalahan. Ia khilaf dan ingin kembali lagi melanjutkan hubungan seperti kemarin.

Terlepas dari kisah percintaan dua pasangan di atas (mereka juga di dalam lagu itu tidak digambarkan sebagai pasangan sah btw. Setidaknya dalam video klip), memang benar bahwa manusia biasa seperti kita kerap melakukan kekhilafan atau kesahan. Bahkan kesalahan bukan hanya suatu yang terjadi di kehidupan manusia biasa saja, nabi pun pernah melakukan kesalahan.

Nah, artikel ini akan membahas kisah nabi Yunus yang sempat berbuat salah kepada Allah. Kita juga akan membahas bagaimana beliau bertaubat dengan sembari berdoa kepada Allah. Tujuannya agar kita paham bagaimana kisah nabi Yunus dan kita tahu pula, apa doa ketika khilaf yang harus kita panjatkan untuk bertaubat.

Konteks Yang Terjadi Pada Kisah Nabi Yunus

Disclaimer: mungkin kisah nabi Yunus dan kekhilafannya ini akan kita ceritakan tidak dengan bahasa yang santai, supaya dapat kesan pengakuan kesalahannya begitu.. 

Dalam Alquran, tidak ada satupun kalimat yang mengonsepkan atau menyebutkan doa yang dipanjatkan nabi Yunus adalah doa taubat ketika khilaf. Alquran hanya menceritakan kisah nabi Yunus lalu menyebutkan doanya ketika ia menyadari telah berbuat salah. Untuk itu, kiranya harus kita pahami konteks yang terjadi saat itu (btw konteks ini penting banget), dan kenapa doa yang kita bahas nanti bisa kita katakan sebagai doa ketika khilaf.

Kisah Dakwah Nabi Yunus Dan Penolakan Kaummnya

Literatur sejarah para nabi menceritakan bahwa nabi Yunus mendapat perintah untuk menyebarkan tauhid kepada kaum Ninawa. Maka kemudian beliau berjalan dari daerah Syam menuju tempat kediaman kaum Ninawa yang pada saat itu masih menyembah berhala.

Bertahun-tahun lamanya, Nabi Yunus tidak mendapat respon positif dari kaumnya. Padahal berbagai cara telah ia coba, mulai dari janji kenikmatan ukhrawi sampai penyampaian kisah kaum terdahulu yang mendapat azab karena menolak ajaran rasul. Namun hanya ia mendapat cacian, makian, dan cemoohan dari kaum Ninawa.

Singkat cerita nabi Yunus kemudian marah dan meninggalkan kaum Ninawa. Allah kemudian menimpakan Azab untuk mereka karena penolakan tadi. Kaum Ninawa kemudian teringat akan kisah kaum terdahulu yang terkena azab, akhirnya mereka bertaubat. Namun sayang Yunus telah pergi meninggalkan mereka dan masih enggan untuk kembali.

Kisah Tenggelamnya Nabi Yunus

Langkah amarah membawa nabi Yunus berjalan jauh hingga mengharuskannya untuk menaiki kapal. Perjalanan Yunus dan penumpang lain pada saat itu tidak baik-baik saja. Mereka diterpa musibah yang mengharuskan seorang diceburkan ke laut agar kapal tidak tenggelam.

Mereka lantas mengundi nama. Setelah 3 kali pengundian, nama Yunus selalu keluar. Alquran membahasakan hal ini dengan istilah “orang yang kalah dalam pengundian.”

Yunus kemudian terpaksa untuk menceburkan diri ke laut. Ia terombang ambing lalu pingsan dan bahkan sampai dilahap oleh seokor paus. Yunus benar-benar tertimpa musibah. 

Dalam tubuh paus itu, nabi Yunus menyadari bahwa ia masih hidup. Ia sada bahwa musibah yang menimpanya ini adalah hukuman dari Allah karena ia telah meninggalkan tugas yang sebelumnya diberikan.

Doa Ketika Khilaf 

Kisah Nabi Yunus Yang Bertaubat Dari Kesalahan Dan Kezhaliman

Maka dalam keadaan yang demikian itu, nabi Yunus memanjatkan doa bertaubat dari kesalahan. Doa ketika khilaf ini digambarkan dalam Alquran dengan untaian kata berikut:

لآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ

La ilaha illa anta, subhanaka inni kuntu minazzhalimin

Artinya:

Tidak ada tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.

Dengan pengakuan kesalahan dan panjatan doa ini, nabi Yunus kemudian selamat dari musibah yang mengenai dirinya. Lantas ia balik ke kaum Ninawa dan menemui sekian banyak orang yang telah beriman kepada apa yang ia dakwahkan. Happy ending..

Sebenarnya kisahnya masih ada lagi cuma kita ambil intinya saja.

Nabi Yunus Melakukan Kzhaliman Apa?

Ayat sekaligus doa ketika khilaf di atas, menyebutkan bahwa nabi Yunus telah melakukan suatu kezhaliman, maka ia bertaubat. Kezhaliman apa yang telah ia buat? Pertanyaan ini dapat kita jawab dengan memperhatikan konteks (makanya kita bahas konteks dulu sebelum masuk ke pembahasan doa ketika khilaf). 

Yang harus kita ketahui terlebih dahulu adalah doa tersebut dipanjatkan oleh nabi Yunus. Jika kita perhatikan dengan seksama, maksud dari kata zhalim di dalam doa nabi Yunus merujuk pada kesalahan yang sebelumnya telah ia buat, yaitu meninggalkan dakwah tauhid tadi.

Maka tidak heran ketika nabi Yunus mengucapkan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang telah berbuat zhalim. Ia mengingat kesalahan yang telah ia lakukan, ia bertaubat dengan mengingat Allah dan meninggikan namanya. Maka dari itu Allah menerima permintaan maaf akan kesalahan ini dan memberikan happy ending kepada nabi Yunus atas kemurahan hati-Nya.

Kontekstualisasi Doa Ketika Khilaf Dari Kisah Nabi Yunus

Dari konteks tersebut kemudian bisa kita ambil kesimpulan bahwa doa yang tadi adalah doa manakala seorang mendapati dirinya telah berbuat salah. Doa tersebut diucapkan dengan niat bertaubat kepada Allah dengan meninggikan nama-Nya sembari mengingat kesalahan yang pernah diperbuat.

Apakah kita harus menirunya juga? Mutlak jawabannya iya. Hal ini bisa kita katakan demikian mengingat motivasi Alquran menceritakan kisah nabi terdahulu agar kita dapat mengambil pelajaran di dalamnya. Dan salah satu pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah ini adalah memanjatkan apa yang oleh nabi Yunus panjatkan ketika ia menemui diri telah melakukan kesalahan.

Maka jika kita melakukan kesalahan, bertaubatlah dengan mengingat kesalahan yang telah kita perbuat, dan bacalah doa ketika khilaf tadi. 

Penutup

Barangkali masih ada satu pertanyaan yang belum terjawab. Tadi katanya Alquran gak konsepin nama doa ketika khilaf, lantas dari mana nama atau konsep ini kita dapat?

Sekali lagi jawabannya ada dalam konteks cerita nabi Yunus tadi. Bukankah nabi Yunus membaca doa ini setelah melakukan kesalahan dan khilaf?

Sebenarnya mau apapun namanya yang penting kita paham konteksnya. Kamu mau namakan doa bertaubat setelah melakukan kesalahan, doa setelah melakukan kezhaliman, dan sebagainya terserah. Yang penting kita tahu saat bertaubat setelah melakukan kezhaliman, kekhilafan, kejahatan, kesalahan dan lain-lain kita harus baca apa. Gimana? Udah paham lah ya.. 

Jangan lupa share ke temanmu juga yaa...
Naufa Izzul Ummam
Sarjana agama, otw lanjut. Okelah ya kalau nulis soal keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top