Memahami Alquran Dari Terjemahan Saja, Cukupkah?

Memahami Aqluran dari Terjemahan

Islam Santuy – Sering baca Alquran? Gimana cara mahaminnya? Memahami Alquran dari terjemahan saja? Atau mungkin ada di antara kita yang baca cuma lewat aja, gak mau mahamin ayatnya? 

Semua tindakan di atas gak ada yang salah sebenarnya, sudah mau dibaca tanpa ingin melihat arti saja udah bagus, soalnya masih banyak banget orang yang masih belum bisa baca Alquran, padahal dia muslim. Ya itu kembali ke diri masing-masing lah. 

Terlepas dari itu semua, yang ingin kita bahas sekarang ini bagaimana cara menggapai makna Alquran? Alquran itukan turun dengan bahasa universal, turun juga dengan konteks yang beragam, maka akan sangat kompleks jika kita mengkaji dalamnya seperti apa. Dengan masalah yang demikian ini, logikanya tidak akan mungkin Alquran terjemahan mampu menyajikan makna yang paling tepat terhadap ayat Alquran. Membantu iya, tapi tidak sepenuhnya.

Oleh karenanya, dibutuhkan pembacaan literatur tafsir. Tafsir ini adalah produk pemaknaan cendikiawan/ulama terhadap ayat-ayat Alquran. Ia tidak hanya menimbang makna ayat secara tekstual, tapi juga melihat beragam variabel ayat agar makna yang dihasilkan itu lebih lengkap dan menyeluruh.

Tafsir Alquran, Sepenting Itukah?

Iya. Kita mungkin masih teringat bagaimana isu hangat seputar Qs. al-Maidah: 51 di tahun 2017 silam. Tanpa ingin mengomentari berbagai pihak, yang ingin kita bahas di sini adalah bagaimana makna kata auliya’ (dalam ayat tersebut) sebenarnya tidak hanya memiliki makna tunggal. Namun sayang di dalam Alquran terjemahan, terkadang arti yang diberikan hanya satu, ada yang hanya mengartikannya sebagai “pemimpin”, ada pula yang hanya mengartikannya sebagai “teman dekat”. Padahal sebenarnya jika merujuk pada kitab tafsir, mufassir (ahli tafsir) sangat banyak memberikan analisa bagaimana kata ini harus diartikan.

Contoh lain misalnya kata Alaq dalam Qs. al-Alaq: 2. Alquran terjemahan kerap mengartikan kata tersebut dengan “segumpal darah”. Tentu arti ini jika dipertanyakan akan membuat kesan yang menggantung. Segumpal darah maksudnya apa? Apa itu segumpal darah? Belum ada Alquran terjemahan (setidaknya dalam pembacaan penulis) yang menjelaskan maksud segumpal darah itu apa. Maka dari itu tafsir dibutuhkan untuk memberikan penjelasan yang lebih luas dan lengkap.

Sedikit menjawab permasalahan Alaq ini, mufassir kontemporer (dibantu dengan pemahaman ilmu embriologi) memberikan penjelasan makna bahwa Alaq bisa berarti “daging yang menggantung di dinding rahim”. Setelah sperma bertemu dengan sel telur, dengan penjelasan sederhana, mereka bersatu, kemudian terpecah menjadi dua, kemudian empat, delapan dan seterusnya sambil bergerak menuju ke kantong kehamilan dan melekat, berdempet serta masuk ke dinding rahim. 

Apa penjelasan yang demikian ini ada di dalam Alquran Terjemahan?

Mahamin Alquran Emang Bisa Dari Terjemahan Saja?

Gak. Contoh di atas kiranya udah cukup untuk menggambarkan bahwa sebenarnya maksud Alquran gak bisa hanya digapai dengan membaca terjemahan saja. Alquran itu terlalu luas maknanya, tidak cukup rasanya jika ingin memahami Alquran hanya dari terjemahan saja.

Di sini, penulis tidak ingin mendiskreditkan para ahli yang sudah berusaha untuk menerjemahkan Alquran. Tentu, para ahli tersebut ketika mengerjakan terjemahan Alquran berpedoman pada kitab tafsir, namun karena produk yang ingin dihasilkan adalah terjemahan Alquran, maka mereka hanya mengambil kesimpulan dari sekian banyak analisa para mufassir. 

Bahasa sederhananya begini, kalau kitab tafsir mengatakan demikian, kira-kira apa kalimat yang paling tepat untuk menerjemahkan ayat ini? Maka kemudian jadilah Alquran terjemahan.Tidak bisa dipermasalahkan, bagus malahan. Namun, karena proyek mereka hanya terbatas pada terjemahan Alquran, maka produk yang dihasilkan pun terbatas. 

Maka dari itu, dibutuhkan kesadaran dari kita sendiri sebagai pembaca. Jika ingin menggapai makna Alquran yang lebih luas, seharusnya tidak membatasi diri pada terjemahan Alquran saja. Untuk menggapai makna yang sebenarnya, kita harus merujuk pada tafsir Alquran, tempat ayat Alquran itu dimaknai dengan sangat kompleks.

Penutup

Gimana, sudah paham lah ya kenapa Alquran terjemahan itu tidak cukup untuk menggapai makna yang sebenarnya? Kalau belum paham ulang-ulang lagi deh bacanya. Intinya Alquran terjemahan tidak cukup dijadikan acuan utama dalam hal memahami ayat Alquran. Untuk mahamin maksud ayat, seorang dituntut untuk merujuk pada tafsir Alquran.

Barangkali dari penjelasan di atas, ada pertanyaan lanjutan. Kitab tafsir apa yang sebaiknya harus kita rujuk untuk menggapai makna Aqluran? Pertanyaan ini mungkin kita akan jawab di pembahasan yang lain.

Jangan lupa share ke temanmu juga yaa...
Naufa Izzul Ummam
Sarjana agama, otw lanjut. Okelah ya kalau nulis soal keagamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top